Ted: [dressed in a suit and tie] I look stupid.
John: No, you don't, you look dapper.
Ted: John, I look like something you give to your kid when you tell 'em Grandma
died.
Nice-to-know:
Tak banyak yang tahu jika Mark Wahlberg dan Seth MacFarlane lolos dari
tragedi 9/11 karena tidak naik pesawat yang menabrak World Trade Center pada
waktu itu.
Wahlberg sudah memesan tiket penerbangan American Airlines Flight 11 tapi memutuskan berkendara ke New York terlebih dahulu sebelum terbang
ke California berikutnya. McFarlane sudah dijadwalkan di pesawat yang sama tetapi
tertinggal 10 menit dan sempat melihat tabrakan tersebut ketika duduk di
bandara.
Cast:
Mark Wahlberg
sebagai John Bennett
Mila Kunis
sebagai Lori Collins
Seth
MacFarlane
sebagai Ted
Joel McHale
sebagai Rex
Giovanni
Ribisi
sebagai Donny
Patrick
Warburton
sebagai Guy
Director:
Merupakan
feature film debut bagi Seth MacFarlane yang lebih dikenal sebagai aktor
dan penulis ini.
W For Words:
Setiap anak di belahan dunia manapun pasti pernah memiliki mainan
kesayangan masa kecil. Berapa dari anda yang akan unjuk tangan jika saya
sebutkan boneka teddy bear sebagai salah satu contohnya? Nyaris semua! Berapa
dari anda yang, katakan saja, beruntung mendapati boneka teddy bear anda hidup?
Tidak ada! Setidaknya imajinasi tersebut mampu divisualisasikan secara unik
lewat kolaborasi Universal Pictures, Media Rights Capital, Fuzzy Door
Productions, Bluegrass Films dan Smart Entertainment yang diperuntukkan bagi
kalangan dewasa saja ini.
John Bennett kecil tidak pernah memiliki teman sampai orangtuanya membelikan
boneka teddy bear pada hari Natal. Satu permintaan saat bintang jatuh terkabul,
Ted hidup dan menjadi sahabat terbaik John.. sampai berusia 35 tahun! Empat
tahun sudah, John menjalin hubungan kasih dengan Lori Collins yang secara
status sosial dan pendapatan jauh di atasnya. Hal itu tidak mengurangi
kemesraan mereka dimana John sendiri mulai berpikir untuk menikah. Masalahnya
Lori tidak terlalu menyukai Ted yang dianggapnya sebagai penghambat. Bagaimana
kelanjutan polemik dilematis ini?
Rasanya tinggal menunggu waktu bagi seorang berbakat seperti Seth MacFarlane
untuk dapat mengeluarkan segenap potensi yang dimilikinya. Kesempatan itu tiba
melalui film ini dimana ia bertindak sebagai produser, sutradara, penulis dan
pengisi suara! Premis yang semula terdengar bodoh, absurd dan mustahil itu
mampu dikejawantahkan secara brilian menjadi komedi slapstick bernuansa satir
yang mampu mengundang tawa dan simpati dari penonton pada saat bersamaan. Semua
karakter dalam film ini memiliki fungsi masing-masing untuk menjembatani setiap
konflik yang ada.
Mark Wahlberg sukses menghidupkan tokoh pria dewasa John Bennett yang pecundang
tetapi tetap pribadi yang menyenangkan, kawan dan kekasih yang setia. Mila
Kunis memberikan persona tepat bagi wanita karir Lori Collins yang memiliki
perencanaan dan masa depan yang cemerlang. Keduanya berbagi chemistry yang believable, tidak luar biasa tapi cukup menerjemahkan problema apa
yang kira-kira ada di antara mereka. Pihak antagonis berhasil dibawakan
Giovanni Ribisi dan Max Harris sebagai ayah dan anak yang terganggu
mentalitasnya. Selain itu Joel McHale juga memberikan kontribusi menarik lewat
sosok atasan yang congkak dan kelewat percaya diri.
Polah tingkah Ted di sepanjang film memang efektif mengocok tawa. Anda tetap
akan jatuh cinta padanya walau segila apapun kelakuannya. Adegan paling
membekas dalam benak anda bisa jadi ketika Ted menunjukkan kemesumannya lewat
bahasa tubuh nan eksplisit. Hilarious! Kinerja animasi dari Tippett Studio dan Iloura secara luar biasa mampu
mewujudkan gerak bibir, mata, tubuh yang amat nyata layaknya manusia dalam
ukuran mini. Alih suara dari MacFarlane turut memberikan “nyawa” tersendiri,
terlepas dari betapa familiarnya formula sidekick
yang digunakan sang creator dalam membangun sisi komedik yang diinginkan.
Berbagai referensi yang digunakan film ini memang lawas. Teddy Ruxpin adalah
boneka beruang yang bisa berbicara dan menjadi mainan terlaris medio 1985-1986.
Hm, Ted mungkin tidak “semanis” Teddy karena lebih suka mengisap ganja dan
bermain perempuan. Masih ada sains fiksi petualangan klasik, Flash Gordon
(1980) yang menampilkan Sam J. Jones sebagai dirinya sendiri. Sosok yang
menjadi role model bagi John Bennett
yang mendambakan kekuatan serupa untuk setidaknya mengubah hidupnya ke arah
yang lebih baik. Manusiawi bukan?
Kelebihan utama Ted tidak hanya menjual kelucuan tapi juga definisi nyata
tentang cinta dan persahabatan sejati yang begitu lekat dengan kehidupan
sehari-hari. SIapa yang tidak pernah ada di posisi John Bennett? Untuk itulah film
yang menggunakan narasi linier layaknya komik bergambar itu memang lebih disegmentasikan
untuk penonton pria dewasa. Satu pertanyaan antah berantah yang tak terjawab
adalah jika Ted begitu terkenal, mengapa ia masih harus bekerja dan John masih
kesulitan uang? In the end, not every
moviegoers will fully appreciate this movie but surely everyone of them will
love Ted, cute heart-warming bear who always know how to have fun and friends.
Durasi:
106
menit
U.S. Box Office:
$217,838,900 till Sep 2012
Overall:8 out of 10