Tuesday, March 27, 2012

pada sebuah ruang



ruang itu tak berpintu
pun tak berjendela

lalu siapa yang tahu
apakah hatiku terjebak di dalam
ataukah menggigil menunggu di luar?
 
 
ruang itu tak dipayungi kerlip bintang
tak dinaungi keemasan matahari

lalu apakah kamu tahu
adakah musim pada degap jejantung
dan bagaimana penantian terhitung?
 
 
ruang itu tak kenal warna
tak kenal pula hitam dan putih

lalu di manakah gerangan
semu merah merona yang tersipu malu
dan suasana merindu yang kian membiru?

menulis denganmu

::mu

.
aku inginkanmu menjadi titikku
yang mengakhiri kalimat burukku
lalu membuat kebaikan pada kalimat kita yang baru

,
aku inginkanmu menjadi komaku
yang menyambung energi
kala aku kehabisan napas

?
aku inginkanmu menjadi tanda tanyaku
yang mempertanyakan pikirku
supaya aku terus mencari apa itu benar

!
aku inginkanmu menjadi tanda seruku
yang bisa menjadi penghenti
kala lariku terlalu kencang

-
aku inginkanmu menjadi tanda hubungku
yang selalu mengandeng aku dan kamu
menjadi kita

:
aku inginkanmu menjadi titik duaku
yang membiarkanku mengisimu
karena aku akan menjadi titik duamu

lawang

lawang



1/
adalah pintu yang kauketuk
dengan senyum yang sederhana
hingga tak hilang meski terhanyut lelap

2/
adalah gerbang besar berkunci
yang terjaga siang malam
aku, mencari celah untuk menyelinap

3/
adalah katup jejantung
yang kaubiarkan menganga
hingga kuintip titiktitik yang mengisinya

4/
adalah pagar rumahmu
yang jelas terlihat hati
kala bulat purnama berkunjung

5/
adalah tutup ruang hati
yang rapatrapat mengatup
saat masa lalu belum terhapus

6/
adalah bilah daun yang kaupasang
ketika kau ingin menolakku
atau menahanku di dalam


dan malam ini ada yang menahan untuk tidak mengetuk pintumu.
sesak rasanya

mesin mimpi

"Maybe that's why a broken machine always makes me a little sad, 
because it isn't able to do what it was meant to do.
Maybe it's the same with people. 
If you lose your purpose, it's like you're broken."

-Hugo-



waktu adalah sebuah rumah. tinggallah di dalamnya detik-detik, menit, jam yang menua dan beranak pinak, tak kunjung mati. mereka yang saling bertaut, entah mana yang menjadi sebab mana pula yang menjadi akibat. ia juga taman bermain, di mana kita dapat bersenangsenang walaupun kadang melenakan, kemudian lupa diri.

waktu adalah semacam ikatan yang membelenggu. pada simpul tersebut sebuah mimpi terus mengembang. kadang memenjara, kadang menjadi sahabat. kadang satu pecah dan menggelembunglah yang lain. dan kita terkadang lengah, terbang melayang lupa untuk berpijak pada tanah. pecahlah kita pada mimpi yang terlalu muda menjadi.

waktu adalah degup yang bertalutalu, dipacu petualangan. kini adalah ruang di mana mimpi itu digores dan hidup. kadang kita lengah, saat sibuk mencari keping untuk membangun mimpi, kita tengah terhanyut dalam tumpukkannya.

waktu adalah ruang yang sempurna meski ada keping yang retak dan meneteskan tangis. hanya ketika hati ini tak lagi bermimpi, waktu menjadi ruang yang rusak. ketika kita menghitungnya, semua selalu sama. diri kita adalah ganjil yang terus menggenap, dan waktu adalah genap dalam ruang yang  terus mengganjil.

10 Lessons from Einstein

Einstein



1. Follow Your Curiosity 

“I have no special talent. I am only passionately curious.”

2. Perseverance is Priceless
“It’s not that I’m so smart; it’s just that I stay with problems longer.”

3. Focus on the Present
“Any man who can drive safely while kissing a pretty girl is simply not giving the kiss the attention it deserves.”

4. The Imagination is Powerful
“Imagination is everything. It is the preview of life’s coming attractions. Imagination is more important than knowledge.”

5. Make Mistakes
“A person who never made a mistake never tried anything new.”

6. Live in the Moment
“I never think of the future – it comes soon enough.”

7. Create Value
“Strive not to be a success, but rather to be of value.”

8. Don’t be repetitive
“Insanity: doing the same thing over and over again and expecting different results.”

9. Knowledge Comes From Experience
“Information is not knowledge. The only source of knowledge is experience.”

10. Learn the Rules and Then Play Better
“You have to learn the rules of the game. And then you have to play better than anyone else.”

untuk kembali...

hidup itu besar


untuk kembali ingat sesuatu yang sudah pernah dipercaya

hidup itu besar.. 
tapi sederhana 
dunia yang kadang rumit 
tapi dia tempat bermain & belajar paling menyenangkan..

kebebasan memilih


bebas!

Kisah saya yang keluar dari pekerjaan hampir sekitar 1 tahun lalu memang dimulai dari cita-cita untuk punya usaha sendiri. Tapi alasan besar dibelakangannya lebih sederhana, karena saya merasa pekerjaan saya saat itu ‘tidak lagi seru”  -well, buat apa buang-buang waktu untuk sesuatu yang tidak lagi bikin hati senang–

Lalu, sukseskah saya??  Kalau sukses secara ideal, belum. Malahan berkali-kali gagal. Selama 2 tahun kebelakang sampai sekarang saya sempat mengalami 2 kegagalan besar dan puluhan kegagalan kecil. Tapi dengan bangga akan saya katakan  SAYA SENANG..kenapa..? karena setiap langkah yang dilakukan benar-benar ‘beRASA’, mulai dari merasakan beberapa sukses kecil, hambatan, cobaan, atau gagal sekalipun. 

Coba saja pikir siapa orang yang tidak akan berteriak senang saat berhasil melewati ujian, atau siapa orangnya yang tetap membusungkan dada walaupun gagal (katanya kegagalan itu tanda keberhasilan mereka yang sudah berani mencoba).  Tapi buat saya yang paling menyenangkan dari itu semua adalah kesempatan untuk dapat banyak pelajaran, diantaranya adalah belajar menghadapi kegagalan dan belajar meraih keberhasilan.

Berusaha membangun mimpi memang beda dari sekedar mengejar hidup mapan -dalam arti “umum”- Buat saya hidup mapan itu HARUS, cara menuju kesanapun banyak sekali. Tapi saya tidak cuma mau hidup mapan, saya  juga mau “punya hidup seperti yang saya inginkan”  –untuk hidup mapan dibutuhkan kegigihan atau paling tidak  keberuntungan. Tapi untuk benar-benar punya kehidupan dibutuhkan keberanian, nyatanya tidak semua orang yang mapan  berani memilih jalan hidup seperti  yang diimpikannya–Lalu apa yang saya punya saat ini ?

Hal yang paling nyata saya miliki saat ini adalah “kebebasan”. Kebebasan membuat dan melakukan apapun yang saya suka. Buat saya setiap orang punya cita-cita dan caranya masing-masing, karena itu toh kita punya profesi beda-beda (ada yang jadi bankir, desainer, pengusaha, seniman, montir, dancer, atlit, wartawan, dll) tapi kalau tidak punya perasaan bebas  siapapun  saya rasa tidak akan benar-benar bahagia. 

Lagi pula hidup cuma sebentar, jadi kenapa harus berhenti bersenang-senang ?? Dengan itu tanpa disadari saya jadi manusia yang jauh lebih produktif dari sebelumnya…dan inilah hidup yang saya mau, karena bikin saya senang. Bisa belajar dengan bermain, bisa bermain dengan berkarya, mengisi hidup dengan menghasilkan karya “terus berkarya..berkarya pakai hati”…itu saja ..!!!